<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gloria Patri</title>
	<atom:link href="http://gl0riapatri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gl0riapatri.wordpress.com</link>
	<description>Glory to the LORD</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2011 16:55:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gl0riapatri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gloria Patri</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gl0riapatri.wordpress.com/osd.xml" title="Gloria Patri" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gl0riapatri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perjumpaan Dengan Mbah Mulyo</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/11/19/perjumpaan-dengan-mbah-mulyo-1/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/11/19/perjumpaan-dengan-mbah-mulyo-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 19:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[by DeiGratia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Klaten &#8211; Nov 15, 2011 Rumah itu memiliki pekarangan cukup luas, namun sayang terbengkalai.  Perlahan aku dan 2 orang temanku berjalan melalui rumput-rumput liar.  Sesaat kemudian kami terdiam sejenak, mengamati rumah tersebut yg tidak terawat. Seakan tidak berpenghuni. Samar-samar kami mendengar suara seperti orang sedang berbincang-bincang dari dalam. Hmm&#8230;bukankah nenek yang kami kunjungi ini tinggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=451&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Klaten &#8211; Nov 15, 2011</p>
<p><a href="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/11/20111115_163.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-454" title="20111115_163" src="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/11/20111115_163.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Rumah itu memiliki pekarangan cukup luas, namun sayang terbengkalai.  Perlahan aku dan 2 orang temanku berjalan melalui rumput-rumput liar.  Sesaat kemudian kami terdiam sejenak, mengamati rumah tersebut yg tidak terawat. Seakan tidak berpenghuni. Samar-samar kami mendengar suara seperti orang sedang berbincang-bincang dari dalam. Hmm&#8230;bukankah nenek yang kami kunjungi ini tinggal seorang diri? Celingak-celinguk dalam kebingungan, pelan-pelan kami bertiga memasuki rumah itu, melewati pintu kayu yang sudah sangat tua &amp; lapuk. Suara-suara yg kami dengar ternyata berasal dari sebuah radio kecil. Tidak ada org lain dlm rmh itu kecuali sang nenek, yang nampak sedang duduk di atas sebuah ranjang tua di sudut kiri rumah.</p>
<p>Nama nenek itu adalah Mbah Mulyo. Seorang janda tanpa anak yang hidup sebatang kara. Selama 3 thn terakhir ini ia tidak lagi mampu berjalan akibat pernah terjatuh beberapa kali. Ketika Ibu yg datang bersamaku masuk menyapa beliau, Mbah Mulyo nampak kaget &amp; senang melihat teman lamanya itu. Keduanya berpelukan erat &amp; bercakap dlm bhs Jawa yg tidak ku mengerti. Ada keharuan dalam bias wajah Mbah Mulyo.  Mungkin sudah lama ia merindukan kunjungan teman-temannya.  Tak lama kemudian aku &amp; temanku pun diperkenalkan pada Simbah Mulyo. Mata tuanya menatap kami penuh kehangatan. Suara lembutnya membalas sapaan kami, dan saat kami bersalaman, dengan penuh kasih beliau mencium kedua pipi kami sambil dgn lirih berucap, &#8220;Terima kasih yaaa..&#8221; Kedua matanya nampak berkaca-kaca. Ada banyak duka kehidupan tersimpan dalam sorot matanya.</p>
<p>Selama beberapa saat kami pun hanyut dalam perbincangan untuk menyelami lebih jauh tentang kehidupan Mbah Mulyo. Beliau bercerita sambil sesekali menyeka air mata yg membasahi pipinya. Rumah besar yg ia tinggali merupakan satu-satunya peninggalan almarhum suaminya. Dulu mereka termasuk org berada. Namun semenjak suaminya meninggal, kehidupan mempertemukan Mbah Mulyo dengan beberapa orang yang &#8220;salah&#8221;, yang membawanya pada keterpurukan. Tertipu&#8230; Dikhianati&#8230;itulah alur hidup yg harus ia lewati. Harta benda berupa emas miliknya hilang tak berbekas. Semenjak jatuh miskin &amp; tidak bisa berjalan, kelangsungan hidup Simbah bergantung pada kebaikan hati seorang tetangga jauhnya yang mau datang tiap hari memberinya makan &amp; mengurus kepentingan harian lainnya. Dalam hati aku sangat mengucap syukur utk kesetiaan kasih Tuhan &amp; berkatNya dlm hidup Simbah melalui tetangganya itu. Melihat kondisi Simbah yg hidup di dusun, dan masih bisa &#8220;survive&#8221;&#8230;.akh, sungguh ajaib Tuhan!</p>
<p><a href="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/11/2011-11-15-12-23-57.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-455" title="2011-11-15 12.23.57" src="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/11/2011-11-15-12-23-57-e1324064236769.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Pelan-pelan ku amati rumah Simbah, rumah yg termasuk luas utk ukuran desa. Beberapa furniture tua &amp; usang mengisi rumah yang berlangit tinggi itu. Dari bias sinar matahari yg masuk dari sela-sela atap, nampak sarang laba-laba di mana-mana. Simbok &#8220;beraktifitas&#8221; hanya di salah 1 pojok rumah, di atas sebuah ranjang yg begitu penuh dgn barang-barang, termasuk di antaranya sebuah pispot. Di kaki ranjang ada sebuah ember berisi air &amp; gayung. 1 lampu tempel terpasang di dekat ranjang dan itulah satu2nya penerangan listrik yg ada. Tepat di atas ranjang, ada bagian atap yg &#8220;agak mencurigakan&#8221; dan ternyata itu adalah lokasi atap yg bocor di saat hujan dan membasahi salah satu sudut ranjang Simbah. Sungguh sangat menyayat hati! Belum lagi nyamuk-nyamuk yg beterbangan di sekitar ranjang mencari mangsa. Akh, bagaimana orang jompo dng kondisi seperti Mbah Mulyo bisa hidup sendirian di tempat seperti itu?? Bagaimana kalau ia membutuhkan bantuan di malam hari? Bagaimana kalau tetangganya itu sakit? Apakah lantas ia tidak makan seharian? Bertubi-tubi pertanyaan muncul di benakku dan tidak kuasa utk kulontarkan&#8230;mungkin krn aku tidak siap utk mendengar jawabannya.</p>
<p>Saat tiba waktunya utk berpisah, Mbah Mulyo nampak begitu berat melepaskan kami. Satu per satu kami dipelukknya dgn erat dan tetesan air mata, seakan enggan utk ditinggal sendirian lagi. Ketika tiba giliranku berpamitan, dengan suara bergetar Simbah mengucapkan terima kasih sambil mencium kedua pipiku lagi.  Kemudian ia merangkulku sambil menempelkan keningnya pada keningku, mencoba menikmati akhir kebersamaan yg tersisa. Lalu  kudengar ia berkata lirih,&#8221;kalau pergi kerja hati-hati yaaa&#8230;&#8221; Air mata yg dari tadi kutahan akhirnya tak dpt ku bendung lagi. Tenggorokan serasa tercekat, tak sanggup berkata apa2. Kubalas memeluknya erat, seakan beliau bukan orang asing yg baru ku kenal.  Begitu berat rasanya meninggalkan Simbah seorang diri. Kurasakan betapa dirinya kesepian. Haus dan rindu akan sapaan dan sentuhan kasih dari sesamanya.</p>
<p>Kutinggalkan rumah Mbah Mulyo dgn perasaan yg campur aduk tidak jelas. Namun ada satu hal yg jelas keluar dari lubuk hatiku&#8230;.Something must be done!  Something must be done for her.  Ada rencana Tuhan dalam pertemuan kami ini, dan semoga semua itu dapat tergenapi.  Amin.</p>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/reflections/by-deigratia/'>by DeiGratia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=451&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/11/19/perjumpaan-dengan-mbah-mulyo-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/11/20111115_163.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20111115_163</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/11/2011-11-15-12-23-57-e1324064236769.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">2011-11-15 12.23.57</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mutiara dari Noemuti</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/09/18/mutiara-dari-noemuti/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/09/18/mutiara-dari-noemuti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 18:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[by DeiGratia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Noemuti, Timor Tengah Utara – NTT. Tahun ini, untuk ketiga kalinya kembali aku &#8220;berlebaran&#8221; di pulau Timor bersama teman-teman dari komunitas Domus Cordis.  Ada 12 orang dari kami yang berangkat dari Jakarta. Kota terpilih tahun ini adalah Noemuti &#8211; sebuah desa kecil berjarak tempuh 4 jam dari Kupang. 3 hari 3 malam kuhabiskan di sana, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=468&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv1293835833">
<div id="yui_3_2_0_16_1324295410733111">
<div id="yui_3_2_0_16_1324295410733112">
<div id="yiv1293835833">
<div id="yiv1293835833yui_3_2_0_13_1324267360086109">
<div id="yiv1293835833yui_3_2_0_13_1324267360086110">
<div id="yiv1293835833yui_3_2_0_18_1324224304133148">Noemuti, Timor Tengah Utara – NTT.</p>
<div id="yiv1293835833yui_3_2_0_18_1324224304133160"></div>
<div>Tahun ini, untuk ketiga kalinya kembali aku &#8220;berlebaran&#8221; di pulau Timor bersama teman-teman dari komunitas Domus Cordis.  Ada 12 orang dari kami yang berangkat dari Jakarta. Kota terpilih tahun ini adalah Noemuti &#8211; sebuah desa kecil berjarak tempuh 4 jam dari Kupang. 3 hari 3 malam kuhabiskan di sana, tinggal homestay dengan &#8220;keluarga angkat&#8221; yang sudah ditetapkan oleh panitia &amp; Romo.  Tak kusangka, keluarga angkatku adalah sebuah keluarga besar.  4 generasi yang hidup bersama dalam sebuah rumah yg sederhana.  Ada Opa &amp; Oma, Mama &amp; Papa, 3 anak mereka, seorang keponakan, serta 3 cucu dari si sulung.  Di tengah kesederhanaan &amp; keterbatasan keluarga besar inilah kehidupan menyapaku dengan rangkaian pengalaman indah. Bak mutiara-mutiara kecil yang terangkai membentuk kalung yang indah, pengalaman-pengalaman itu telah memberikanku pemahaman baru akan arti kekayaan.</div>
<div id="yiv1293835833yui_3_2_0_18_1324224304133814">27 Agustus 2011 – Mereka menyambutku<br />
Hari sudah gelap ketika aku tiba di rumah mereka. Dengan penuh sukacita mereka menerimaku. Dalam keramahan yang tulus.  Apa adanya. &#8220;Inilah kami, dengan segala keterbatasan &amp; kekurangan kami&#8221;, kata Papa angkat dengan senyum. Saat santap malam, kami makan di ruang keluarga agar semuanya bisa berkumpul bersama karena ruang makan sudah terlalu sempit bagi mereka. Hanya dalam hitungan menit, mereka dengan mudahnya membuatku tidak merasa asing dan canggung.  Opa suka bercanda, Oma suka tertawa, Papa suka bermain musik, dan Mama pintar bernyanyi- berdansa dan senang bergurau.  Perpaduan yang membuat keluarga</div>
<div>ini begitu hangat &amp; penuh tawa.  Rumah yang sangat sederhana tapi sarat akan kasih.</div>
<div id="yiv1293835833yui_3_2_0_18_13242243041331130"></div>
<div>28 Agustus 2011 – Mereka menungguku<br />
Selepas acara bersama teman-teman di aula Gereja, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 8:30 dan aku belum dinner. Keluarga di rumah tentunya sudah makan malam, begitu pikirku.  Karena merasa tidak terlalu lapar, aku pun berencana utk skip dinner saja.  Perjalanan gelap gulita menuju rumah membuatku takut berjalan pulang sendirian.  Maka aku pun pulang bersama teman-teman melalui rute yang sedikit berbeda.  Dalam perjalanan, kami menyempatkan diri mampir ke rumah teman yang keluarganya tinggal di pinggir sungai. Dari sana kami ingin melihat hamparan bintang di langit dgn leluasa tanpa ditutupi pepohonan.  Bintang-bintang yg sudah sulit terlihat di Jakarta.  Sesampainya aku di rumah, ku dapati Papa-Mama dan adik-adik sedang menonton TV di ruang keluarga.  Saat melihatku pulang, Mama langsung berkata sambil tersenyum, &#8220;tadi kami kira Mbak hilang.  Kami semua pergi berpencar mencari-cari Mbak.&#8221;  Ada sisa-sisa kekhawatiran di mata Mama.  Tanpa sepengetahuanku, ternyata mereka menjemputku dan mendapati aula Gereja sudah hampir kosong.  Setelah mendapat informasi bahwa &#8220;rombongan Jakarta&#8221; sedang berada di rumah pinggir sungai, maka mereka pun pulang menungguku di rumah.  Dan yang lebih mengejutkan lagi, seluruh keluarga kecuali Opa-Oma juga menungguku utk makan malam bersama.  Saat kulirik jam dinding, waktu sudah mendekati pukul 10 malam.  Ya Tuhan!  Pastinya mereka sudah kelaparan, terutama adik-adik yang masih kecil!  &#8220;Aduuh, kenapa nunggu sayaa&#8230;kenapa adik-adik tidak makan dari tadi???&#8221;, ujarku dengan rasa amat bersalah.  &#8220;Kami kan ingin makan bersama Mbak&#8221;, begitu Mama menjelaskan dgn tersenyum. Betapa tersentuhnya hatiku.  Malam itu, kusantap makan malam dengan perasaan campur aduk&#8230;.trenyuh, bersalah, bingung&#8230; sambil memandangi adik-adik yang begitu lahap menyantap suap demi suap makan malam mereka.  Sungguh sulit dipercaya betapa mereka menghargai kehadiranku di tengah mereka. Benarkah sebegitu besarnya? Atau hanya aku saja yang terlalu individualistis dalam berpikir? Oh dear Lord, please forgive me&#8230;29 Agustus 2011 – Mereka berpesta untukku<br />
Di malam terakhir, Papa &amp; Mama ternyata telah merencanakan pesta perpisahan bagiku.  Lebih dari 20 orang berkumpul bersama, membuat suasana begitu meriah.  Kami makan ala kadarnya&#8230;nasi dengan 2-3 lauk sederhana.  Papa membuat ikan bakar, menu yg nampaknya jarang mereka santap.  Semuanya begitu sederhana, namun sangat berkesan.  Keterbatasan tidak mengurangi kerelaan mereka untuk memberi dan sukacita mereka untuk berbagi.  Malam itu mereka bermain musik, menari, dan bernyanyi untukku.  Opa juga memperlihatkan koleksi benda antik miliknya yg berusia 400 thn, yang menjadi bagian dari budaya religi setempat yg disebut Kure.  Tradisi budaya yg luar biasa.  Di tengah suasana yg penuh sukacita itu, ada terselip kesedihan ketika Papa berujar, &#8220;Kapan ya kita bisa ketemu Mbak lagi?  Mungkin udah gak akan pernah lagi ya.  Sampai Jakarta aja Mbak mungkin sudah lupa sama kita&#8221;.  Ya, Papa benar, entah kapan kami dapat bertemu kembali, tinggal bersama seperti saat itu. Aku tidak tahu.  Tapi yang ku tahu, aku tak akan mungkin melupakan keluarga baruku di Noemuti ini.</p>
</div>
<div id="yiv1293835833yui_3_2_0_13_1324267360086289"></div>
<div>30 Agustus 2011 – Mereka menangis bagiku<br />
Selesai sarapan, seperti biasa aku berbincang sejenak dgn Opa-Oma dan Papa-Mama.  Aku memberitahukan rangkaian acara hari itu, yg merupakan hari terakhir bagiku &amp; teman-teman.  Tiba-tiba, Oma masuk ke dalam kamarnya lalu keluar membawa sehelai kain dan menghampiriku.  &#8220;Oma tidak punya apa-apa. Hanya ini&#8230;&#8221;, ujarnya setengah berbisik, lalu beliau menutup matanya dalam tangis.  Kami berpelukan.  Suasana bertambah sedih saat Mama pun ikut menitikkan air mata.  Mama lalu membuka rahasia bahwa Oma sudah menangis sejak kemarin, ketika ditanya oleh anaknya tersebut, &#8220;Mama, kita mau kasih apa?  Besok Mbak mau pulang.&#8221;  Kain di tanganku itu ternyata adalah hasil tenunan Oma sendiri.  Sebuah kain tenun cantik berwarna merah.  Tak lama, Opa datang dan mengalungkan di leherku sebuah syal berwarna hitam.  Syal miliknya pribadi yang dihadiahkannya untukku sebagai souvenir.  How precious!  Dalam kesederhanaan, mereka mengasihiku begitu tulusnya.  Indah sekali! Rasa syukur yang meluap di hatiku rasanya tidak dpt kujabarkan dengan kata-kata.  They really have touched my heart.<br />
Keberangkatanku di sore hari diantar oleh Oma, Mama dan kakaknya.  Opa sudah pergi sejak siang hari, dan Papa menjaga rumah.  1 dus kecil berisi makanan diberikan padaku sebagai buah tangan.  Beberapa kali ketiga wanita itu mencucurkan air mata saat menunggu kepergianku.  Kelembutan hati mereka yg penuh cinta begitu menyentuh.  Kucoba bersikap tegar dan menghibur mereka, meskipun sesekali aku pun terhanyut dalam kesedihan.  Suasana bertambah pilu ketika akhirnya aku harus naik ke dalam mobil yang akan mengantarku &amp; teman-teman kembali ke Kupang.  Dengan lambaian tangan &amp; air mata yg semakin deras mereka melepasku.  Dalam senyum kami berjumpa, dalam tangis kami berpisah.3 hari berlalu begitu cepat, namun cukup untuk membuat hati kami terjalin lekat.  Tiada hari kulalui tanpa canda tawa bersama mereka.  Tiada hari kulalui tanpa nyanyian merdu dari suara Mama atau penghiburan dari Papa.  Having my path crossed with theirs has really blessed me.</p>
</div>
<div></div>
<div>Menurut standard dunia yang serba materialistis, terutama kehidupan kota yg kukenal, mereka memang miskin.  Mereka memang hidup dalam kekurangan &amp; keterbatasan.  Tapi bagiku, apa yang kulihat selama 3 hari bersama mereka tidaklah demikian.<br />
Mereka memiliki kedamaian &amp; hati yang penuh sukacita.<br />
Mereka memiliki hati yang lembut penuh kasih.<br />
Mereka memiliki tanki cinta yang begitu besar.<br />
Mereka memiliki kemurahan hati utk berbagi.<br />
Mereka memiliki kesetiaan pada Tuhan, keluarga dan tradisi.<br />
Bagiku, mereka adalah orang kaya. Amat kaya!  Inilah makna baru dari kekayaan bagiku&#8230;kekayaan yang ingin kuraih dalam hidup ini, yang mana ngengat tidak dapat memakannya.<br />
Itulah mutiaraku dari Noemuti.</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/reflections/by-deigratia/'>by DeiGratia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=468&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/09/18/mutiara-dari-noemuti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Adik-adik Yatim Piatu</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/05/16/doa-adik-adik-yatim-piatu/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/05/16/doa-adik-adik-yatim-piatu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 21:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[by DeiGratia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[14 Mei 2011 &#8220;Tuhan, semoga engkau memberkati kakak-kakak yang telah berbaik hati datang memperhatikan kami&#8230;.&#8221; Untaian kata ini terucap dari mulut-mulut mungil anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Bukit Karmel.  Doa yang diucapkan sepatah demi sepatah oleh sang anak pemimpin doa, yang kemudian diikuti dengan lantang oleh puluhan anak lainnya. Kutahan airmata yang rasanya hampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=418&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_420" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/05/20110514_0021.jpg"><img class="size-medium wp-image-420" title="20110514_002" src="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/05/20110514_0021.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Saat Waktu Bermain</p></div>
<p>14 Mei 2011</p>
<p>&#8220;Tuhan, semoga engkau memberkati kakak-kakak yang telah berbaik hati datang memperhatikan kami&#8230;.&#8221;</p>
<p>Untaian kata ini terucap dari mulut-mulut mungil anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Bukit Karmel.  Doa yang diucapkan sepatah demi sepatah oleh sang anak pemimpin doa, yang kemudian diikuti dengan lantang oleh puluhan anak lainnya.</p>
<p>Kutahan airmata yang rasanya hampir tumpah.   Ada sesuatu yang mengusik lubuk hatiku ketika mendengar suara hati mereka lewat doa itu.  Mereka adalah bocah-bocah tak berdosa yang ditolak oleh keluarga mereka.   Makhluk-makhluk cilik yang tidak dihargai kehadirannya.  Untuk mendengar mereka menghargai kehadiran kami bagi mereka, sungguh membuat dada ini sesak rasanya.  Belum sempat aku dan teman-temanku mendoakan mereka, mereka telah lebih dulu mendoakan kami.</p>
<p>Inilah doa terindah yang pernah kudengar orang ucapkan untukku.  Terima kasih Tuhan untuk mempertemukan aku dengan adik-adik kecil di sana&#8230;.mereka yang terbuang namun tetap berharga di mataMu.</p>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/reflections/by-deigratia/'>by DeiGratia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=418&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/05/16/doa-adik-adik-yatim-piatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/05/20110514_0021.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20110514_002</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Would I recognize Him?</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/05/09/would-i-recognize-him/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/05/09/would-i-recognize-him/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 13:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[by DeiGratia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[This past Sunday scripture reading talked about two disciples who met the Risen Lord on their way to Emaus.  However, they could NOT recognize Him until He gave them A SIGN, through the breaking of the bread.  Somehow, this reading spoke to my heart.  In my daily quest for His guidance, especially in times of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=404&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:small;">This past Sunday scripture reading talked about two disciples who met the Risen Lord on their way to Emaus.  However, they could NOT recognize Him until He gave them A SIGN, through the breaking of the bread.  </span></div>
<div>Somehow, this reading spoke to my heart.  In my<span style="font-size:small;"> daily quest for His guidance, especially in times of trouble and doubt, I often have that fear of not recognizing His presence.  Living in the hustle &amp; bustle of big city, it&#8217;s been a struggle to &#8216;hear&#8217; His voice.  Would I still be able to recognize Him?  Would I still be able to see His Signs?</span></div>
<div>Berikut ini<span style="font-size:small;"> adalah kutipan Renungan Harian yang kudapat lewat suatu milist &amp; mengena sekali di suasana hati belakangan ini.</span></div>
<div>&#8220;Kita bisa belajar bahwa Yesus yang bangkit tetap selalu menemani perjalanan hidup kita baik dalam suka maupun duka meskipun kita sering kurang mengenaliNya.  Dan setiap orang yang mampu <span style="font-size:small;">kehadiranNya selalu memperoleh kekuatan bahkan hidupnya pun akan diubah olehNya.  Semoga di saat apapun terutama saat kita merasa gagal atau kecewa, kita tidak menjauhiNya melainkan malah justru mau mendekatiNya agar kita senantiasa dikuatkanNya.&#8221; (Pastor Yohanes Suratman)</span></div>
<div>
<p>Ya Tuhan, semoga di saat aku tidak mengenaliMu, Engkau sudi memberiku tanda.  Dan di saat Engkau memberiku tanda, karuniailah aku rahmat untuk mampu mengenalinya. Amin!</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/reflections/by-deigratia/'>by DeiGratia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=404&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/05/09/would-i-recognize-him/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Kekecewaan</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/04/09/berkat-dari-suatu-kekecewaan/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/04/09/berkat-dari-suatu-kekecewaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 14:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[by DeiGratia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[15 Tahun Lalu&#8230; Aku bertemu dengannya saat kami dalam perantauan menuntut ilmu di &#8220;The Native American State&#8221;, Oklahoma. Tidak sulit bagi kami untuk berteman akrab, mengingat hanya ada 3 murid Indonesia di College of Architecture&#8230; aku di interior design sedangkan dia &#38; seorang lagi di jurusan arsitektur.  3 tahun lamanya kami menjalin persahabatan sebelum graduation [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=395&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:small;">15 Tahun Lalu&#8230;<br />
Aku bertemu dengannya saat kami dalam perantauan menuntut ilmu di &#8220;The Native American State&#8221;, Oklahoma. Tidak sulit bagi kami untuk berteman akrab, mengingat hanya ada 3 murid Indonesia di College of Architecture&#8230; </span><span style="font-size:small;">aku di interior design sedangkan </span><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;">dia &amp; seorang lagi di jurusan arsitektur.  3 tahun lamanya kami menjalin persahabatan sebelum graduation memisahkan kami.  Then we went our separate ways.  Banyak kenangan indah yang terukir dari persahabatan kami.</span></span></div>
<div>1 Tahun Lalu&#8230;<br />
Aku bertemu dengannya kembali di tanah air.  Pertemuan kedua semenjak reuni kami di tahun 2009.  Only this time we met for a business purpose.  He offered me a business proposition that is to design his parents&#8217; cafe, which he and his wife were going to manage.  We had what so called a &#8220;design meeting&#8221; twice.  Many ideas I threw out and discussed with him.  A few sketches I drew.  A design drawing I gave him.  All those came to an end when we figured out that his budget did not meet my design fees.  I totally understood and was fine with it.  I sincerely wished him the best of luck with his project.</div>
<div>
<p>1 Minggu Lalu&#8230;<br />
Aku menemukan foto-foto cafe barunya yang dengan bangga dia share&#8217;kan di Facebook.  Dan aku terpana!  Ada goresan karyaku di sana.  Goresan karya yg tidak pernah ada harganya bagi dia.  Pikiranku melayang kembali pada gambar &amp; ide-ide yang pernah aku berikan padanya, yang dulu kupikir tidak akan pernah ia gunakan, mengingat ia akan memakai jasa interior designer yang lain.  Never once did he ask me out of courtesy if he owed me anything for the drawings I did. I stared at his cafe pictures, and had a hard time trying to understand what he has done to our friendship.  How could he?  Kecewa, sedih, dan kecewa&#8230;itulah yang kurasakan.  Aku kecewa teramat sangat!  Luka yang ia goreskan dalam persahabatan kami terasa menyakitkan.  Still fresh in my memory, the sharing we had about our dissatisfaction in regards to copy right in our professional field.  We shared the same point of view.  But now&#8230;..*sigh*</p>
<p>1 Hari Lalu&#8230;<br />
Aku menemukan rasa syukur lewat kekecewaan yang  telah temanku torehkan mungkin di luar kesadarannya.  Saat ibadah Jalan Salib, saat merenungkan kembali bilur-bilur lukaNya, aku diingatkan untuk melihat kekecewaan itu sebagai bagian dari salibku sendiri yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan salibNya.  Kekecewaan &amp; kesedihan di hatiku itu telah mengajakku untuk sedikiiiit saja merasakan apa yang Yesus rasakan ketika murid-murid terkasihNya satu per satu meninggalkan dan bahkan mengkhianati Dia. Kekecewaan itupun ternyata bisa menjadi sarana bagi diriku untuk  menghidupi arti dari doa &#8220;Bapa kami yg ada di Surga&#8230;.Ampunilah kami spt kami pun mengampuni yg bersalah kepada kami&#8221;; dan juga utk sungguh-sungguh memohon rahmat saat sebelum komuni aku berdoa &#8220;&#8230;.dan restuilah kami supaya hidup bersatu dgn rukun sesuai dengan kehendakMu&#8221;.  (Gosh, it&#8217;s not easy!!!)</p>
<p><span style="font-size:small;"><br />
Terima kasih Tuhan untuk pengertian yang Kau berikan di hatiku, bahwa untuk lepas dari kekecewaan itu aku harus lebih dulu belajar berdamai dengannya. Suatu hal yg butuh proses.  And I thank You, Lord for the gift of time, for time heals! Praise God! </span><br />
<span style="font-size:x-small;"><br />
</span></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/reflections/by-deigratia/'>by DeiGratia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=395&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/04/09/berkat-dari-suatu-kekecewaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Tribute to A Friend</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/02/26/a-tribute-to-a-friend/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/02/26/a-tribute-to-a-friend/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 13:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[by DeiGratia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Mata bersahabatnya tertutup dalam tidur abadi. Bibir penuh senyumnya terkatup rapat. Jari-jari lincahnya terdiam kaku. Di dalam peti kayu berukir gambar &#8216;The Last Supper&#8217;, kutatap tubuh temanku yang terbaring dalam balutan gaun yang indah. She is a friend, a sister in Christ. I don&#8217;t talk to her often enough to call her a best friend.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=398&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mata bersahabatnya tertutup dalam tidur abadi.</p>
<p>Bibir penuh senyumnya terkatup rapat.</p>
<p>Jari-jari lincahnya terdiam kaku.</p>
<p><a href="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/02/170514_1629234210830_1235846758_31520888_6872850_o.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-433" title="170514_1629234210830_1235846758_31520888_6872850_o" src="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/02/170514_1629234210830_1235846758_31520888_6872850_o.jpg?w=300&#038;h=172" alt="" width="300" height="172" /></a></p>
<p>Di dalam peti kayu berukir gambar &#8216;The Last Supper&#8217;, kutatap tubuh temanku yang terbaring dalam balutan gaun yang indah. She is a friend, a sister in Christ. I don&#8217;t talk to her often enough to call her a best friend.  I don&#8217;t see her often enough to call her a close friend.  I don&#8217;t know her well enough to call her a dear friend.  All I know, having my path crossed with hers has blessed me enough to call her a wonderful friend.</p>
<p>Aku mengenal namanya lebih dulu sebelum aku berjumpa face-to-face dengannya.  Lewat suatu milist yang kami join bersama, namanya menjadi akrab di telinga karena kontribusi email yang sering ia berikan. Di awal tahun 2007, tanpa sengaja aku bertemu dengannya.  Masih jelas di ingatanku perjumpaan itu.  Acara hangout muda-mudi aktivis Gereja di Starbucks Cafe Grand Indonesia.  Kesan pertamaku, ia adalah pribadi yang ramah &amp; menyenangkan.  Lebih banyak tersenyum &amp; tertawa daripada berbicara.  Seiring berjalannya waktu, aku pun mulai tahu siapa dirinya.  Seorang pekerja di kebun anggur Tuhan.  Namun tak banyak yang mengenalnya karena ia bukanlah &#8220;orang panggung&#8221; yang suka tampil di berbagai acara pelayanan, meskipun pergaulannya banyak dikelilingi &#8220;orang-orang panggung&#8221;.  Tak pernah kulihat dirinya sebagai speaker/ pewarta, worship leader, musician, ataupun MC.  Namun tanpa menjadi itu semua, ia bisa memberi berkat bagi ratusan, ribuan, atau mungkin jutaan orang (termasuk diriku) melalui kelincahan jari-jemarinya &amp; kemurahan hatinya untuk berbagi.</p>
<p>&#8216;Pengetik tercepat di KAJ&#8217;, itulah sebutan yang pernah kudengar tentang dirinya.  Mungkin masih banyak lagi atribut lain tentangnya, tapi hanya ini yang ku tahu.  Catatan tulisannya dari berbagai seminar/talkshow/ rekoleksi adalah berkat-berkat yang kerap kuterima dan kutunggu darinya via email.  Aku sangat menyukai catatan laporannya yang begitu detail, yang sarat berisi informasi berharga (setidaknya buat diriku), yang dapat membuatku seolah-olah ikut hadir dalam acara-acara tersebut. Yes, she has blessed me and many others through her fingers. For sure I know, I will miss her&#8230;. I will miss getting her notes.</p>
<p>Perkenalan singkat kami di dunia ini dan kepergiannya yang begitu cepat membuatku termenung.  Seorang pekerja &#8220;di belakang layar&#8221;, seorang pribadi yang lebih banyak ku jumpai di dunia maya, namun aku dapat merasakan berkat yang sangat lewat kehadirannya.  Sering aku terpukau dengan pribadi-pribadi sederhana &amp; rendah hati para hamba Tuhan seperti dirinya.  Pribadi-pribadi yang &#8220;tak terlihat&#8221; namun keberadaannya memberi arti bagi orang lain.  Seperti kisah pengabdian seorang koster, yang setiap hari sudah hadir di Gereja pukul 04:30 pagi untuk membukakan pintu, membunyikan lonceng serta mempersiapkan perayaan ekaristi jam 05:30.  (http://st-tarsisius.blogspot.com/2008/01/pengabdian-seorang-koster.html).</p>
<p><span style="font-size:small;">&#8220;We can do no great things, only small things with great love.&#8221; (Mother Teresa)</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Kehadiran hamba-hamba Tuhan yang sederhana dan &#8216;biasa&#8217; saja ini kembali mengingatkanku bahwa justru dengan melakukan hal-hal yang biasa saja dengan cinta yang besar, mereka menjadi luar biasa.  Memang benar bahwa untuk melayaniNya, tak perlu kita bingung &amp; bertanya, &#8220;apa yang bisa kupersembahkan?&#8221;  Yang menjadi pertanyaan sesungguhnya adalah &#8220;apa aku mau mempersembahkan?&#8221;  Yang berharga bagiNya bukanlah tentang &#8220;apakah aku bisa?&#8221;, namun &#8220;apakah aku mau?&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size:small;">&#8220;God doesn&#8217;t call the qualified, He qualifies the called.&#8221;<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:small;">For every inspiring individual I get to know in this life&#8230; I give thanks to You, Lord.<br />
</span><br />
<em> This writing is dedicated to the memory of Mungky D. Kusuma (RIP February 13, 2011)</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/reflections/by-deigratia/'>by DeiGratia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/398/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/398/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/398/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=398&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2011/02/26/a-tribute-to-a-friend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gl0riapatri.files.wordpress.com/2011/02/170514_1629234210830_1235846758_31520888_6872850_o.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">170514_1629234210830_1235846758_31520888_6872850_o</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segores Kenangan dari Lahurus</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/09/20/segores-kenangan-dari-lahurus/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/09/20/segores-kenangan-dari-lahurus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 11:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[by DeiGratia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama aku tidak menulis.  Keinginan utk bercerita lewat ketikan keyboard itu tiba-tiba saja muncul sekembalinya aku dari perjalanan 6 hari ke NTT bersama teman-teman yg menamakan kelompok mereka Domus Cordis, dalam rangka misi pelayanan mereka.  Suatu perjalanan yg mana 3 hari 2 malam kami habiskan di suatu daerah bernama Lahurus. Lahurus&#8230;sebuah desa di kaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=386&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama aku tidak menulis.  Keinginan utk bercerita lewat ketikan  keyboard itu tiba-tiba saja muncul sekembalinya aku dari perjalanan 6  hari ke NTT bersama teman-teman yg menamakan kelompok mereka Domus  Cordis, dalam rangka misi pelayanan mereka.  Suatu perjalanan yg mana 3  hari 2 malam kami habiskan di suatu daerah bernama Lahurus.</p>
<p>Lahurus&#8230;sebuah desa di kaki gunung Lakaan, yang berkelimpahan  sumber air  yang cukup utk menghidupi seluruh penduduk kota Atambua dan  sekitarnya.   Sebuah desa dengan penduduk yang sangat ramah, yang menyambut  kedatangan kami dengan tarian adat seolah-olah kami adalah tamu agung  kenegaraan. Sebuah desa miskin yang belum ada listrik dengan kondisi  jalan yg cukup memilukan hati&#8230;tak terhitung jumlah guncangan atau  kocokan yg harus kami alami dalam mobil sepanjang perjalanan datang  &amp; pergi.  Tapi heii&#8230; bukan itu yang ingin kuingat. Ada hal-hal  lain yg lebih berarti yg ingin kukenang lewat tulisan ini. :)<br />
<em><br />
Di Lahurus, kembali aku diingatkan bahwa selalu ada berkat Tuhan dalam segala keadaan&#8230;.</em><br />
Kala kami tiba, 8  keluarga terpilih warga Lahurus telah siap menampung 16 orang dari  kelompok kami.  Seperti program homestay, 1 keluarga ditugaskan  &#8220;mengangkat&#8221; 2 anak.  Ketika aku &amp; pasangan roommate&#8217;ku bertemu dgn  papa-mama angkat kami dan dibawa ke rumah mereka, dalam hati aku  berseru, &#8220;Ya ampuun, rumahnya jauh amaaatt!!&#8221;  Dalam perjalanan naik  ojek, awalnya aku  masih menghitung tiap menit yang terlewati sebagai patokan seandainya  ingin berjalan kaki kembali ke gereja (tempat kami berkegiatan selama  disana).  Ketika hitungan menit itu melewati angka 10, terbanglah  angan-angan utk berjalan kaki.  Apalagi kalau pulang larut malam  pikirku, dalam keadaan gelap gulita tanpa listrik&#8230;.  sorry sorry maap  deh kalau harus jalan kaki 3km.  Usut punya usut, ternyata rumah  papa-mama angkatku memang yg paling jauh di antara rumah ortu angkat  teman2 lainnya.  Hiks, betapa malangnya nasib ini!</p>
<p>Kegiatan  hari pertama usai dipukul 9 malam.  2 pemuda suruhan ortu angkat kami  telah menanti di atas sepeda motor untuk mengantar aku &amp; roommate&#8217;ku  pulang.  Perjalanan di tengah malam yg gelap mencekam (hanya diterangi  sorotan lampu motor) disertai angin malam pegunungan yg menggigilkan  badan &amp; gonggongan anjing dan suara binatang malam lainnya yg  asing di telinga, membuat pikiranku melayang ke jakarta dgn segala  kenyamanan yg kudapat di sana.  My car&#8230;I miss my car!  Stress <span style="color:#000000;">melihat jalanan rusak yg bikin </span><span style="color:#000000;">mata sakit, kularikan </span><span style="color:#000000;">pandanganku </span>menatap  langit, dan tiba-tiba semua pikiran yg ada di kepalaku lenyap tak  berbekas, berganti dgn ucapan syukur yg tiada habisnya.  Langit itu!&#8230;  bagaikan sebuah karpet hitam yg diperciki titik-titik bintang yang tak  terhitung jumlahnya.  Oh my God!!  Countless stars, as far as my eyes  could see.  So Amazing! Tak pernah kulihat langit malam yg sebegitu  indahnya seumur hidupku!!!  Sungguh tera<span style="color:#000000;">mat sangat indah! </span>Dan disana seakan Tuhan ingin berbicara&#8230;..bahwa semua bintang  itu bagaikan berkat-berkatNya dalam hidupku, yang mungkin tak selalu  terlihat namun sesungguhnya mereka selalu ada, dan tak terhingga  jumlahnya.  Ahh, luar biasa Engkau, Tuhan!  Luar biasa karya ciptaanMu!   Tiba-tiba aku merasa menjadi orang yg begituuu beruntung bisa tinggal  di rumah yg paling jauh sehingga bisa menikmati keindahan langit malam  Lahurus lebih lama dari teman2  lainnya.  What a blessing in disguise.<br />
<em><br />
Di Lahurus, kembali aku diingatkan tentang kisah si janda miskin yang memberi persembahan dari kekurangannya&#8230;.</em><br />
Sarapan di hari pertama di rumah ortu angkatku cukup membuatku  terbelalak.  Seekor ayam peliharaan mereka (atau mungkin 2) telah  dikurbankan utk menghadirkan 4 homemade menu bagi kami di pagi itu: ayam  goreng, sop ayam, sop jerohan ayam, dan cah sayur.  Ya ampun!  Di rumah  sendiri saja aku gak pernah sarapan semewah itu. Seperti menyambut raja  saja rasanya, apalagi kalau melihat level ekonomi mereka.  Perasaan  tidak layak, trenyuh, pun rasa syukur membaur jadi satu di hatiku.   Betapa tulusnya hati mereka dalam memberi dan berbagi.<br />
Dengan maksud baik, aku &amp; roommateku kemudian berbicara kepada  bapak-ibu angkat agar supaya sarapan di hari berikutnya disesuaikan saja  dgn menu harian mereka biasanya.  Entah itu cuma singkong rebus, ubi,  jagung atau roti, tidak akan ada masalah bagi kami berdua.  Tiba-tiba  bapak angkat kami nyeletuk, &#8220;Kalau di sini roti susah didapat, harus  beli di kota&#8221;.  Saat itu pikiranku langsung melayang pada welcome snack  yg dihidangkan oleh umat paroki Lahurus ketika menyambut kedatangan  rombongan kami kemarin.  Di sana ada singkong goreng, pisang, sup kacang hijau,  roti, dan roti!  Ya, makanan yg termasuk &#8220;mewah &amp; langka&#8221; bagi  mereka itu disediakan berlimpah untuk menyambut kami&#8230; meskipun paroki  mereka sedang kesulitan mencari dana utk renovasi Gereja yg tahun depan  genap berusia 125 thn, meskipun dana pangan para Romo parokinya pun  penuh tanda tanya&#8230;.tetapi yg terbaik tetap mereka berikan bagi kami.   Ya Tuhan&#8230;inikah persembahan si janda miskin yang Engkau maksudkan?   Sungguh, dari orang-orang desa ini aku masih harus belajar banyak!</p>
<p><em>Di Lahurus, kembali aku diingatkan akan arti kebahagiaan dala<span style="color:#000000;">m hal-hal yg begitu sederhana.</span>&#8230;</em><br />
Salah satu kegiatan sampingan atau hiburan kami selama di Laharus adalah bermain bersama anak-anak desa yang <span style="color:#000000;">masih begitu </span>polos &amp; lugu.  Hp, laptop, videoca<span style="color:#000000;">m, </span>ca<span style="color:#000000;">mera</span> adalah hal-hal yang sangat <span style="color:#000000;">menarik perhatian </span><span style="color:#000000;">mereka&#8230;.disa</span><span style="color:#000000;">mping keberadaan ka</span><span style="color:#000000;">mi sbg orang asing tentunya. </span>Berbahagialah aku &amp; te<span style="color:#000000;">man2 yang </span><span style="color:#000000;">me</span><span style="color:#000000;">mbawa ka</span><span style="color:#000000;">mera karena ternyata itu adalah salah satu benda kege</span><span style="color:#000000;">maran </span>anak2 di sana.  Entah <span style="color:#000000;">mengapa, mereka semua begitu suka sekali difoto!  K</span>eceriaan &amp; kehebohan anak-anak desa itu seakan <span style="color:#000000;">mencapai titik puncaknya jika berhadapan dgn</span><span style="color:#000000;"> ka</span><span style="color:#000000;">mera.<br />
</span>Tak kusangka, kebersamaan kami ini -setiap senyum, canda, tawa, sentuhan dan mungkin juga teguran ka<span style="color:#000000;">mi pada </span><span style="color:#000000;">adik-adik yg nakal- </span>telah memberi sapaan kasih untuk <span style="color:#000000;">mereka.  Sebuah sapaan kasih yg </span><span style="color:#000000;">menyentuh hati seorang bocah berna</span><span style="color:#000000;">ma Her</span><span style="color:#000000;">man.  Ketika tiba saat utk berpisah, anak berusia 9 thn ini datang </span><span style="color:#000000;">menyala</span><span style="color:#000000;">mi aku &amp; te</span><span style="color:#000000;">man2 dengan isak tangis yg begitu </span><span style="color:#000000;">me</span><span style="color:#000000;">milukan</span><span style="color:#000000;"> hati.  Tak ada diantara te</span><span style="color:#000000;">man2 wanitaku yg tak terkejut &amp; </span><span style="color:#000000;">ikut menangis dibuatnya, bahkan para </span><span style="color:#000000;">wanita yg berhati baja sekalipun (spt diriku, eh</span><span style="color:#000000;">m eh</span><span style="color:#000000;">m&#8230;*</span><span style="color:#000000;">msh ga rela nih dibikin nangis anak u</span><span style="color:#000000;">mur 9thn, hehe*</span><span style="color:#000000;">).  Yah, bocah yati</span><span style="color:#000000;">m piatu i</span><span style="color:#000000;">tu yg sela</span><span style="color:#000000;">ma 3 hari di sana kulihat selalu ceria</span><span style="color:#000000;">, penuh senyu</span><span style="color:#000000;">m,</span><span style="color:#000000;"> friendly, dan bahkan terkadang sedikit </span><span style="color:#000000;">bikin gregetan dgn sikap caper&#8217;nya, saat itu datang dala</span><span style="color:#000000;">m cucuran air </span><span style="color:#000000;">mata. Hiks hiks&#8230;.  Dala</span><span style="color:#000000;">m hati aku bertanya, </span><span style="color:#000000;">sebegitu dala</span><span style="color:#000000;">mkah arti kehadiran ka</span><span style="color:#000000;">mi di hati</span>nya<span style="color:#000000;">???  Sebegitu berkesankah arti kebersa</span>maan kami yg singkat itu baginya? <span style="color:#000000;">Her</span><span style="color:#000000;">man, oh Her</span><span style="color:#000000;">man&#8230;what have we done to you?</span></p>
<p>Tak kusangka, trip selama 6 hari itu ternyata cukup membuat otak ini nge-hang, &#8220;searching for network&#8221; saat kembali ke ibukota.  <span style="color:#000000;">Besok, genap se</span><span style="color:#000000;">minggu sejak aku ke</span><span style="color:#000000;">mbali dari perjalanan itu. </span><span style="color:#000000;">Stress yg kuala</span><span style="color:#000000;">mi saat </span><span style="color:#000000;">ke</span><span style="color:#000000;">mbali ke Jakarta, yg rasanya </span><span style="color:#000000;">jauuuh melebihi stress ketika akan berangkat</span><span style="color:#000000;">, berangsur-angsur </span><span style="color:#000000;">mulai surut.  Ke</span><span style="color:#000000;">mbali aku </span><span style="color:#000000;">me</span><span style="color:#000000;">mbiasakan diri </span><span style="color:#000000;">melihat hutan beton dan se</span><span style="color:#000000;">men kota Jakarta, sebagai ganti hutan </span><span style="color:#000000;">mahoni di Lahurus.  Ke</span><span style="color:#000000;">mbali aku </span><span style="color:#000000;">me</span><span style="color:#000000;">mbiasakan diri </span><span style="color:#000000;">melihat </span><span style="color:#000000;">mobil &amp; </span><span style="color:#000000;">motor yg si</span><span style="color:#000000;">mpang siur di jalan, sebagai ganti sapi/aya</span><span style="color:#000000;">m/babi yg berseliweran di pedala</span><span style="color:#000000;">man sana.  Ke</span><span style="color:#000000;">mbali aku </span><span style="color:#000000;">me</span><span style="color:#000000;">mbiasakan diri </span><span style="color:#000000;">melihat wajah2 serius orang Jakarta, sebagai ganti wajah2 ra</span><span style="color:#000000;">mah penuh senyu</span><span style="color:#000000;">m warga Lahurus. Ke</span><span style="color:#000000;">mbali aku </span><span style="color:#000000;">me</span><span style="color:#000000;">mbiasakan diri </span><span style="color:#000000;">melihat langit </span><span style="color:#000000;">mala</span><span style="color:#000000;">m Jkt yg sepi dari taburan bintang, sbg ganti langit Lahurus yg dipenuhi jutaan bintang.  Na</span><span style="color:#000000;">mun dibalik se</span><span style="color:#000000;">mua itu aku tahu, berkat Tuhan selalu ada besertaku.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><br />
Teri</span><span style="color:#000000;">ma kasih Tuhan untuk Lahurus, yang telah </span><span style="color:#000000;">memberi kesejukan bagi h</span><span style="color:#000000;">atiku yg haus. </span><span style="color:#000000;"> </span><span style="color:#000000;"> </span><span style="color:#000000;"> </span></p>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/reflections/by-deigratia/'>by DeiGratia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=386&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/09/20/segores-kenangan-dari-lahurus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Juni &#8211; Agustus 2010 Quotes – Br. Petrus P.</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/06/10/june-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/06/10/june-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 14:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Br. Petrus Partono]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Siapkan diri anda karena pemilik kehidupan akan mencurahkan berkat karena Ia mempercayai anda menjalani satu hari baru lagi.  Anda terpilih sbg salah satu pengendali kehidupan hari ini. (26 Agustus) Kebenaran harus dinyatakan, kebaikan harus dilakukan &#38; cinta kasih harus disebarkan, karena dgn menghadarkan kebenaran, kebaikan &#38; cinta maka masih ada harapan hidup terselamatkan. (23 Agustus) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=380&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapkan diri anda karena pemilik kehidupan akan mencurahkan berkat karena Ia mempercayai anda menjalani satu hari baru lagi.  Anda terpilih sbg salah satu pengendali kehidupan hari ini. (26 Agustus)</p>
<p>Kebenaran harus dinyatakan, kebaikan harus dilakukan &amp; cinta kasih harus disebarkan, karena dgn menghadarkan kebenaran, kebaikan &amp; cinta maka masih ada harapan hidup terselamatkan. (23 Agustus)</p>
<p>Dengan kesetiaan Tuhan menjagamu. Dengan kasih sayang Ia memeliharamu. Dengan belaian-Nya Ia menghapus air matamu.  Dengan cintaNya Ia menuntunmu sampai detik ini bahkan untuk selama-lamanya.(11 Agustus)</p>
<p>Kemarin, hari ini &amp; esok sama saja, hanya berbeda pada peristiwa &amp; kadar kita mensyukurinya.  Semoga kualitas diri kita dalam menjalani hari ini lbh baik dari hari kemarin. (1 Juli)</p>
<p>Tataplah hari baru dgn keyakinan kalau semua akan menjadi baik.  Lakukan hal paling sederhana utk menyapa org lain dgn senyum anda &amp; menjadi baik orang lain. (30 Jun)</p>
<p>Semoga kabar suka cita berkobar dlm hidup kita yg mampu membinasakan ego kedagingan kita serta membina jiwa kita utk selalu dekat dgn Allah menghanguskan kedekilan hati. (9 Jun)</p>
<p>Setiap org pasti akan mengalami peristiwa dlm hidup kita baik peristiwa yg berkenan atau tdk.  Yg diperlukan adl menanggapi stp peristiwa dgn kepala dingin &amp; hati tenang krn hidup boleh mengalaminya.  Sgh stp peristiwa akan mendewasakan &amp; menjadikan kita tahu arti hdp yg sesungguhnya.  Terima stp peristiwa yg ada &amp; jalani dgn sukacita. (Jun 8)</p>
<p>Tempat istimewa yg dipilih Allah dlm kehadiranNya adalah tempat yg dihindari byk org, biasanya kotor, sepi &amp; penuh pergolakan. Tempat ini bernama kandang, jd jk saat ini hidup anda spt kandang yg tdk menentu, jgn berkecil hati krn Allah tetap berkenan bahkan Allah menjadikan tempat itu sbg tempat kehadiran di dunia ini. (7 Jun)</p>
<p>Jangan takut, semua akan berakhir, mereka yg mengalami malam akan mengalami pagi dan kehangatan sinar mentari. Demikian jg hidup setelah kesulitan akan ada terang dan jalan kegembiraan. (5 Jun)</p>
<p>Selamat menikmati hari RABU: Rencana Allah baik utkmu.  Sungguh Allah merencanakan kebaikan utk hidup hari ini krn Allah mencintai kita.  Selamat menikmati rencana baik Allah. (2 Jun)</p>
<p>Jangan takut mengalami kesendirian krn Allah juga sendiri dlm segala hal.  Kesendirian memang menakutkan tp jk kita dpt menyikapi dgn Iman, kesendirian adalah jalan hidup bersama Tuhan.  ( 1 Jun)</p>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/quotes/br-petrus-partono/'>Br. Petrus Partono</a>, <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/quotes/'>Quotes</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=380&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/06/10/june-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>May 2010 Quotes – Br. Petrus P.</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/06/02/may-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/06/02/may-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 07:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Br. Petrus Partono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Berdirilah tegak utk menghadapi badai sehingga hidup tahu kekuatan maksimal yg ada.  Andaikan badai sangat kuat, tiaraplah hingga badai berlalu. Tiarap bkn karena jatuh tp sbg persiapan utk berdiri dan melanjutkan hidup.  Memang ini tdk mudah krn semua hancur, namun selama hidup tdk hancur maka kita akan mampu berdiri utk memulai membangun. (May 31) Badai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=375&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdirilah tegak utk menghadapi badai sehingga hidup tahu kekuatan maksimal yg ada.  Andaikan badai sangat kuat, tiaraplah hingga badai berlalu. Tiarap bkn karena jatuh tp sbg persiapan utk berdiri dan melanjutkan hidup.  Memang ini tdk mudah krn semua hancur, namun selama hidup tdk hancur maka kita akan mampu berdiri utk memulai membangun. (May 31)</p>
<p>Badai pasti terjadi dlm hidup, tp lihatlah, Allah sedang membangun hidup anda menjadi istana yg indah setelah hidup mengalami badai kehidupan dunia ini. Sungguh Allah selalu membaharui hidup anda. (May 30)</p>
<p>Jangan bangga memiliki teman kaya, tapi berbanggalah memiliki teman baik krn teman baik pasti kaya &amp; lebih berbanggalah ketika anda menjadi teman baik bagi org lain.   Terima kasih anda bersedia menjadi teman baik saya sehingga saya pun bisa menjadi teman baik org lain. (May 27)</p>
<p>Jangan berhenti berharap walaupun peluang sangat kecil krn sekali berhenti berharap maka hidup tdk akan pernah mencapai apa yg diharapkan.  Sekecil apapun peluang TETAP ada harapan. (May 26)</p>
<p>Ada begitu byk hal yg tdk dpt kita lakukan dlm hidup ini krn takut dgn komentar dari byk org.  Komentar &amp; pandangan kadang menjadi penentu tindakan seseorang.  Tetaplah melakukan yg terbailk dlm hidup walaupun mendapat byk komentar miring.  Segala hal baik kadang dihambat oleh mereka yg tdk suka dgn apa yg kita lakukan. (May 25)</p>
<p>Jika hidup mengalami ketakutan, panggil saja Allah utk hadir dlm hidup.  Sungguh dgn hadirnya Allah maka semua hal menjadi baik krn Allah adalah sumber penyelesaian masalah hidup kita.  (May 24)</p>
<p>Jalani hidup ini dgn kesungguhan, nikmati hidup dgn ketenangan &amp; syukuri hidup dgn penuh keterbukaan.  Hidup ini indah &amp; menyenangkan bagi yg mau menjalani, menikmati &amp; mensyukurinya.(May 20)</p>
<p>Kita harus berani menghadapi kenyataan.  Hidup kadang tdk seperti yg diharapkan.  Ada hal2 yg terjadi diluar kendali kita, tapi yakinlah Allah menyertai hidup kita dlm keadaan apapun. (May 19)</p>
<p>Saya berdoa utk kebahagiaan anda &amp; keluarga.  Memang masalah, kekhawatiran &amp; penderitaan pasti akan anda alami krn tdk ada seorang pribadi pun yg mampu menolak kehadirannya. Tapi semua akan mampu diatasi jk anda hadapi bersama dgn cinta &amp; kepercayaan.  Sobat, jadikan cinta sbg kompas &amp; kepercayaan sbg pilot hidup anda.  (May18)</p>
<p>Hidup tdk akan pernah hampa dgn memiliki sahabat spt anda, berjalan bersama anda hidup mjd lbh indah.  Sobat, apapun yg terjadi aku mjd kuat bersama anda. (May 17)</p>
<p>Sobat, kita tak boleh berhenti percaya nhw kehidupan menjanjikan sesuatu yg baik &amp; indah utk kita suatu saat nanti. Sungguh Allah merencanakan kebaikan dlm hidup kita. Percayalah. (May 14)</p>
<p>Seperti Pontifar menyerahkan semua pengurusan rumahnya pada Yusuf dan semua beres, demikian apakah kita berani menyerahkan hidup &amp; permsalahan kita kpd Yesus.  Yesus mampu membereskan semua masalah kita kalau ktia berani menyerahkannya  padaNya.  Sungguh Yesus adalah pusat dari penyelesaian masalah hidup kita. (May8)</p>
<p>Jika ingin hidup tenang &amp; bahagia, ubahlah cara pandang mjd positif &amp; hiduplah dlm syukur.  Jk hidup tdk mampu melihat sisi positif dari kejadian, maka hidup akan selalu merasakan ketidakpuasan, ketidakadilan &amp; berbagai keluhan terjadi.  Kebahagiaan tdk sulit jk hidup mau mencapainya. Bersyukurlah maka hidup akan penuh kebahagiaan &amp; mjd berkah.(May 7)</p>
<p>Hidup ini anugerah kata byk org. Jalani hidup dgn syukur, anjuran org.  Pegang tangan Allah, kata KS. Semua adalah baik dan benar serta akan menjadi sangat membahagiakan kalau hidup mau melakukannya.  Sesungguhnya rambu2 kehidupan ini telah utk kita patuhi dlm perjalanan ini &amp; semua menghantar pada kegembiraan.  Selamat menjalani hidup dgn mematuhi rambu2 yg ada. (May 5)</p>
<p>Hiduplah dlm syukur atas apapun yg terjadi termasuk kemalangan.  Hiduplah spt nabi Yusuf, ia selalu hidup dlm kesucian dan syukur krn ia percaya kpd Allah.  Manusia boleh mereka-reka kejahatan padanya, tapi Allah mereka-reka kebaikan padanya.  Jd apa yg dialami seolah dlm jerat penderitaan namun Yusuf hidup dlm rancangan indah Allah. (May 1)</p>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/quotes/br-petrus-partono/'>Br. Petrus Partono</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=375&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/06/02/may-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>April 2010 Quotes – Br. Petrus P.</title>
		<link>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/04/12/april-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/</link>
		<comments>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/04/12/april-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 11:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DeiGratia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Br. Petrus Partono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gl0riapatri.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Ingatlah org2 yg anda cintai, bentengi mrk dgn doa &#38; perhatian agar hidup mrk menjadi lbh baik krn keberadaan anda.  Sungguh doa dan perhatian anda sangat dibutuhkan. (Apr 29) Dari dasar lubuk hati yg paling dlm, utk semua yg terbaik dlm hidupku, aku berdoa smg kebahagiaan menyertaimu &#38; engkau dirahmati kelimpahan berkat utk kepenuhan hidupmu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=358&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingatlah org2 yg anda cintai, bentengi mrk dgn doa &amp; perhatian agar hidup mrk menjadi lbh baik krn keberadaan anda.  Sungguh doa dan perhatian anda sangat dibutuhkan. (Apr 29)</p>
<p>Dari dasar lubuk hati yg paling dlm, utk semua yg terbaik dlm hidupku, aku berdoa smg kebahagiaan menyertaimu &amp; engkau dirahmati kelimpahan berkat utk kepenuhan hidupmu. (Apr 28)</p>
<p><strong>Ketika hidup mendapat tantangan, BELAJARLAH berusaha utk mengatasinya.  Ketika berada di lingkungan baru yg serba asing, belajarlah utk menyesuaikan diri.  Ketika kebaikan tdk mendapat sambutan, belajarlah utk menyadari kalau Tuhan melihat apa yg kau lakukan.  Belajarlah menjalani proses hidup ini maka hidup akan mencapai kegembiraan &amp; kedamaian.  (</strong>27 Apr)</p>
<p><strong>BELAJAR, proses indah dlm menggapai apa yg diinginkan.  Ketika hidup jatuh dlm kegagalan, BELAJARLAH utk berdiri kembali &amp; menjadi lbh tegar dari sebelumnya.  Ketika berjumpa dgn org yg tidak menghargai, belajarlah utk memaklumi krn itu hak mereka.  Ketika hidup melakukan kesalahan, belajarlah utk introspeksi diri &amp; memperbaiki.</strong> (27 Apr)</p>
<p><strong>Manfaatkan waktu yg ada.  Iringi setiap langkah orang2 terkasih dgn menemani mereka dlm suka &amp; duka.  Gapai harapan &amp; impian bersama dgn saling memberi perhatian &amp; kasih sayang utk hidup yg lebih bermakna.  Sungguh kehadiran, perhatian &amp; kasih sayang adalah kunci keberhasilan dlm hubungan dan cinta.</strong> (25 Apr)</p>
<p>Kita adalah anak2 terang yg tidak mudah dikalahkan.  Kita harus terus berjuang menghadapi kesulitan &amp; masalah.  Kita hrs yakin terangNya akan menjadi jalan bagi hidup kita. (24 Apr)</p>
<p>Apa sebabnya byk orang menderita?  Karena byk org mengikatkan dirinya pd hidup orang lain &amp; larut pada kehidupan org lain serta merasa bertanggung jawab pd kehidupan org lain itu.  Bebaskan diri dari ikatan itu &amp; lakukan kebaikan pd orang lain tp tidak terikat pd org lain.  Sungguh dgn membebaskan diri kita akan lebih berarti.  (23 Apr)</p>
<p>Ketika ada badai dtg menerjang katakan, &#8221; Aku kuat &amp; mampu menghadapi&#8221;, ketika ada kesulitan katakan, &#8220;aku sanggup mengatasi krn Allah dipihakku&#8221;, &amp; ketika Tuhan datang katakan, &#8220;aku siap menyambutMu Tuhan krn tinggal dgnMu adalah impianku&#8221;.  Katakan saja yg menyakinkan diri maka hidup akan menjadi lebih &amp; lebih baik. (22 Apr)</p>
<p><strong>Dari mana asalnya emas &amp; mutiara?  Bukankah dari lumpur dan dari hal sederhana?   Jd sesuatu yg indah tdk hrs berasal dari hal yg indah tp kadang dari hal kotor &amp; sederhana.  Jadi yakinilah diri anda kalau anda pun dpt menghasilkan hal yg indah di dunia ini utk membangun dunia.  Sungguh kita diciptakan sangat berharga. </strong> (21 Apr)</p>
<p>9) Melatih.  Manusia tdk terlahir dgn sgl kemampuan, tp semua terlahir krn adanya latihan. 10) Motivasi. Baik terhadap diri sendiri maupun org lain, hrs rutin ibarat mencharge hp.  11) Memilih.  Sebenarnya hdp dpt memilih: positif negatif, melakukan atau cuek&#8217;in, baik burk, syukur, mengeluh, dll.  Silakan memilih&#8230; (13 Apr)</p>
<p>11 &#8220;M&#8221; utk direnungkan: 1) Maafkan diri sendiri.  Ketika kita sudah merasa berusaha keras tp keadaan tdk berjalan sesuai keinginan.  2) Mawaslah diri.  Ktk kita menerima kritik bahkan gosip tdk sedap demi kebaikan.  3) Maafkan org lain.  Ktk kita diperlakukan tdk baik oleh mrk.  4) Memberikan yg terbaik.  Ktk kita masih punya, beramal adalah wujud dari sifat luhur &amp; bijak.  5) Maklumi diri sendiri.  Jgn hidup dlm penyalahan diri yg lama krn itu akuilah diri sbg manusia yg lemah. (12 Apr)</p>
<p>Begitu dilahirkan manusia berjalan selangkah demi selangkah mendekati kematian.  Maka gunakan waktu dgn baik utk mengisi hidup dgn melakukan byk cinta sebelum maut menjemput hidup kita. (8 Apr)</p>
<p>Siapapun anda, apapun status anda &amp; bagaimana pandangan org pada anda, jgn menyerah kalah.  Kita hrs berjuang menyelesaikan hidup dgn meneladani pendahulu kita yg sukses menyelesaikan hidupnya. Sungguh kesuksesan tdk ditentukan oleh siapapun kecuali oleh kemauan &amp; kemampuan kita sendiri.  Mari terus maju memperjuangkan hidup. (7 Apr)</p>
<p>Apakah makna paskah? Aku tidak tahu tp ada satu hal yg aku pahami ttg paskah yaitu bahwa aku diharapkan setia menanggung beban hdp, kuat dlm penderitaan &amp; hidup selalu memiliki arti bagi org lain spt yg diteladankan Yesus ktk masih hidup.  Selamat paskah, sobat, semoga kita boleh bangkit dlm semangat hidup bersama Kristus. (4 Apr)</p>
<br />Filed under: <a href='http://gl0riapatri.wordpress.com/category/quotes/br-petrus-partono/'>Br. Petrus Partono</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gl0riapatri.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gl0riapatri.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gl0riapatri.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gl0riapatri.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gl0riapatri.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gl0riapatri.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gl0riapatri.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gl0riapatri.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gl0riapatri.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gl0riapatri.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gl0riapatri.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gl0riapatri.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gl0riapatri.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gl0riapatri.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gl0riapatri.wordpress.com&amp;blog=4051684&amp;post=358&amp;subd=gl0riapatri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gl0riapatri.wordpress.com/2010/04/12/april-2010-quotes-%e2%80%93-br-petrus-p/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91887aa2835fe16cd79426963be9aec6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">DeiGratia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
